Jumat, 13 September 2019

Surat Untuk Masa Kecil







Untuk: Vicky, 2004

Halo. Hmm... Gimana ya caranya aku memperkenalkan diri ke kamu? Begini deh, Aku adalah kamu di masa depan, aku sekarang berada di tahun 2019. Tolong baca surat ini bareng Ibumu, biar dia tahu gambaran kamu di masa depan.

Kamu di masa depan bakal mengalami banyak guncangan, tapi itu yang membuat kamu kuat. Kamu juga di masa depan fokus ke dunia musik dan penyiaran—kamu menginginkan itu bukan? Tapi kamu bakal keteteran waktu dan tubuh kamu gampang drop. Badanmu juga akan kurus di masa depan. Mungkin karena kamu nanti banyak kegiatan yang membuat kamu kurang istirahat. Nanti kalau sudah besar, utamakan istirahat, ya! Biar kamu bisa produktif juga di dua bidang yang kamu inginkan.

Ngomong-ngomong, kamu di masa depan sudah mulai merokok! Padahal kamu bilang ke Ibu gak akan menyentuh apa yang namanya rokok. Nyatanya, kamu tertarik mencoba rokok dan kamu ketagihan. Tolong nanti jangan coba-coba merokok, ya! Aku aja ingin berhenti merokok. Jadi, tolong jangan sampai merokok nanti.

Ohh iya, Ibu sedang hamil, ya? Selamat! Kamu bakal punya adik perempuan yang bawel dan cantik. Orang bilang sih adik kamu kayak orang Cina, tapi gak semua orang juga sih. Hehehehe. Adik kamu itu hatinya lembut dan sensitif sekali. Jadi, jaga ucapan kamu kalo lagi ngobrol sama dia. Dan jangan pernah juga mukul adik kamu, gak laki banget kalo begitu. Kalian juga bakal sering berantem dan Ibu dan Ayah selalu bilang “Kamu ini sodara Cuma satu-satunya, yang akur dong” Saking seringnya berantem, aku jadi hafal kata-kata itu.

Di masa memasuki SMP, kamu bakal plin-plan sama yang namanya percintaan. Kamu naksir ini, naksir itu di waktu yang bersamaan. Tapi kamu bakal ketemu sama cewek yang bisa dibilang pacar pertama kamu. Dari dia, kamu belajar agar tidak cuek kepada pasangan (Sumpah, kamu cuek parah sebelum pacaran sama cewek itu. Bahkan ketika kamu udah pacaran sama dia, masih ada cueknya sedikit), kamu juga diajarkan kalau komunikasi itu penting.

Memasuki SMK, kamu bakal merasakan patah hati yang paling hebat. Apa tuh? Nanti kamu rasain sendiri deh. Kamu bahkan sampai nangis di kamar yang gelap dan pengap. Dan kamu berjanji kepada diri sendiri kalau tidak akan jatuh cinta lagi untuk sementara. Nyatanya, kamu gonta-ganti pasangan di jenjang SMK.

Kamu bakal menganggur setahun setelah lulus, karena uang untuk kuliah kamu dipakai untuk adik kamu operasi langit-langit mulut. Penasaran ya? Makanya tunggu dia sampai dia lahir. Kamu menganggur dan memperdalam lagi ilmu musik kamu selama setahun itu.

Kamu kemudian bisa masuk kuliah dan bertemu wanita yang mengubah pandanganmu terhadap cinta dan dunia. Kamu bakal merasa cocok sama dia, bakal merasa bahwa sisa hidup kamu akan dihabiskan bersama dia. Ternyata Tuhan punya rencana lain. Kamu dipisahkan dengan wanita itu. Tapi tak apa, setidaknya dia meninggalkan pemahaman dan ilmu yang mengubah pandanganmu tentang cinta yang sesungguhnya. Kamu kemudian enggan membuka hati lagi, sampai di mana kamu dikenalkan oleh temanmu yang berprofesi sebagai pramusaji kopi (kamu harus berterima kasih kepada dia, ya!) itu dengan seorang wanita. Kamu perlahan mulai membuka hati kembali. Tapi ya kamu harus lebih bersabar, karena butuh usaha yang cukup besar untuk mendapatkan hatinya.

Kamu juga jadi anak band, lho. Banyak lagu yang udah kamu ciptakan, tapi lupa direkam sehingga kamu lupa lagi bagaimana lagunya. Lagu band kamu sudah ada di layanan dengar lagu online. Mungkin di jaman kamu belum ada yang namanya Music Streaming, tapi percayalah; Lagu kamu ada di sana dan menghasilkan uang pula. Banyak alat musik yang kamu kuasai, bahkan hampir semua alat musik yang ada di band bisa kamu mainkan.

Sudah, ya. Aku mau istirahat dulu. Aku melewai hari yang cukup panjang sehingga aku baru bisa pulang ke rumah jam 2 pagi. Kamu juga harus istirahat, karena besok pagi jam 6 ada Spongebob—kartun kesukaanmu. Aku sudah membeberkan bagaimana kamu di masa depan, saatnya kamu perbaiki masa laluku. Agar kamu jadi orang yang pintar dan tidak menjadi pemalas.

Dadah... Nanti tolong sampaikan ke adikmu ketika lahir; Jangan takut hadapi dunia, ada kakakmu yang sayang sama kamu dan bakal jagain kamu. Kakakmu emang kelihatannya cuek, tapi kalau lihat kamu menangis, dia bisa merenung di kamar sendirian memikirkan apa yang terjadi. Dan maafkan kakakmu ketika sudah besar nanti, bakal jarang mengobrol sama kamu. Soalnya kakakmu ini sibuk sekali, sehingga menginjakkan kaki di rumah pun jarang.

Salam ke Ibu, Ayah, dan dua kucing yang kamu sayangi. Aku menulis surat ini sambil menitikkan air mata. Hehehehe.


Salam
Vicky, 2019
Read More

Minggu, 08 September 2019

Semakin Hari, Aku Semakin Mencintaimu

Aku rasa, semakin hari, aku semakin mencintaimu
Entah karena melihat senyummu
Juga mungkin dari satu strip obat darimu di kala aku demam
Atau mungkin bernyanyi bersama di bawah langit malam

Ahh... Entahlah
Aku terus memikirkan esok hari akan menjadi seperti apa
Tetapi yang selalu muncul adalah sebuah jawaban; Kau tetap menutup pintu hatimu, dan enggan menerima tamu yang mungkin akan menjadi tuan rumah
Read More

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.