Untuk:
Vicky, 2004
Halo.
Hmm... Gimana ya caranya aku
memperkenalkan diri ke kamu? Begini deh, Aku adalah kamu di masa depan, aku
sekarang berada di tahun 2019. Tolong baca surat ini bareng Ibumu, biar dia
tahu gambaran kamu di masa depan.
Kamu
di masa depan bakal mengalami banyak guncangan, tapi itu yang membuat kamu
kuat. Kamu juga di masa depan fokus ke dunia musik dan penyiaran—kamu
menginginkan itu bukan? Tapi kamu bakal keteteran waktu dan tubuh kamu gampang
drop. Badanmu juga akan kurus di masa depan. Mungkin karena kamu nanti banyak
kegiatan yang membuat kamu kurang istirahat. Nanti kalau sudah besar, utamakan
istirahat, ya! Biar kamu bisa produktif juga di dua bidang yang kamu inginkan.
Ngomong-ngomong,
kamu di masa depan sudah mulai merokok! Padahal kamu bilang ke Ibu gak akan
menyentuh apa yang namanya rokok. Nyatanya, kamu tertarik mencoba rokok dan
kamu ketagihan. Tolong nanti jangan coba-coba merokok, ya! Aku aja ingin
berhenti merokok. Jadi, tolong jangan sampai merokok nanti.
Ohh
iya, Ibu sedang hamil, ya? Selamat! Kamu bakal punya adik perempuan yang bawel
dan cantik. Orang bilang sih adik kamu kayak orang Cina, tapi gak semua orang
juga sih. Hehehehe. Adik kamu itu hatinya lembut dan sensitif sekali. Jadi,
jaga ucapan kamu kalo lagi ngobrol sama dia. Dan jangan pernah juga mukul adik
kamu, gak laki banget kalo begitu. Kalian juga bakal sering berantem dan Ibu
dan Ayah selalu bilang “Kamu ini sodara Cuma satu-satunya, yang akur dong”
Saking seringnya berantem, aku jadi hafal kata-kata itu.
Di
masa memasuki SMP, kamu bakal plin-plan sama yang namanya percintaan. Kamu
naksir ini, naksir itu di waktu yang bersamaan. Tapi kamu bakal ketemu sama
cewek yang bisa dibilang pacar pertama kamu. Dari dia, kamu belajar agar tidak
cuek kepada pasangan (Sumpah, kamu cuek parah sebelum pacaran sama cewek itu.
Bahkan ketika kamu udah pacaran sama dia, masih ada cueknya sedikit), kamu juga
diajarkan kalau komunikasi itu penting.
Memasuki
SMK, kamu bakal merasakan patah hati yang paling hebat. Apa tuh? Nanti kamu
rasain sendiri deh. Kamu bahkan sampai nangis di kamar yang gelap dan pengap.
Dan kamu berjanji kepada diri sendiri kalau tidak akan jatuh cinta lagi untuk
sementara. Nyatanya, kamu gonta-ganti pasangan di jenjang SMK.
Kamu
bakal menganggur setahun setelah lulus, karena uang untuk kuliah kamu dipakai
untuk adik kamu operasi langit-langit mulut. Penasaran ya? Makanya tunggu dia
sampai dia lahir. Kamu menganggur dan memperdalam lagi ilmu musik kamu selama
setahun itu.
Kamu
kemudian bisa masuk kuliah dan bertemu wanita yang mengubah pandanganmu
terhadap cinta dan dunia. Kamu bakal merasa cocok sama dia, bakal merasa bahwa
sisa hidup kamu akan dihabiskan bersama dia. Ternyata Tuhan punya rencana lain.
Kamu dipisahkan dengan wanita itu. Tapi tak apa, setidaknya dia meninggalkan
pemahaman dan ilmu yang mengubah pandanganmu tentang cinta yang sesungguhnya.
Kamu kemudian enggan membuka hati lagi, sampai di mana kamu dikenalkan oleh
temanmu yang berprofesi sebagai pramusaji kopi (kamu harus berterima kasih kepada
dia, ya!) itu dengan seorang wanita. Kamu perlahan mulai membuka hati kembali.
Tapi ya kamu harus lebih bersabar, karena butuh usaha yang cukup besar untuk
mendapatkan hatinya.
Kamu
juga jadi anak band, lho. Banyak lagu yang udah kamu ciptakan, tapi lupa
direkam sehingga kamu lupa lagi bagaimana lagunya. Lagu band kamu sudah ada di layanan
dengar lagu online. Mungkin di jaman kamu belum ada yang namanya Music Streaming, tapi percayalah; Lagu
kamu ada di sana dan menghasilkan uang pula. Banyak alat musik yang kamu
kuasai, bahkan hampir semua alat musik yang ada di band bisa kamu mainkan.
Sudah,
ya. Aku mau istirahat dulu. Aku melewai hari yang cukup panjang sehingga aku
baru bisa pulang ke rumah jam 2 pagi. Kamu juga harus istirahat, karena besok
pagi jam 6 ada Spongebob—kartun kesukaanmu. Aku sudah membeberkan bagaimana
kamu di masa depan, saatnya kamu perbaiki masa laluku. Agar kamu jadi orang
yang pintar dan tidak menjadi pemalas.
Dadah...
Nanti tolong sampaikan ke adikmu ketika lahir; Jangan takut hadapi dunia, ada
kakakmu yang sayang sama kamu dan bakal jagain kamu. Kakakmu emang kelihatannya
cuek, tapi kalau lihat kamu menangis, dia bisa merenung di kamar sendirian
memikirkan apa yang terjadi. Dan maafkan kakakmu ketika sudah besar nanti,
bakal jarang mengobrol sama kamu. Soalnya kakakmu ini sibuk sekali, sehingga
menginjakkan kaki di rumah pun jarang.
Salam
ke Ibu, Ayah, dan dua kucing yang kamu sayangi. Aku menulis surat ini sambil menitikkan air mata. Hehehehe.
Salam
Vicky,
2019

Sedih:")
BalasHapus